Selasa, 07 Maret 2017

SHOLAT TARAWEH

SHOLAT TARAWEH
OLEH SUTEJO IBNU PAKAR

PENJELASAN ABU YAHYA ZAKARIYA AL-ANSHORI AL-SYAFI’I 
DIDALAM  KITAB:  SYARH AL-BAHJAH AL-WARDIYYAH
HALAMAN 146-150
1. Sholat Tarawih Sunnah dikerjakan dengan berjama’ah
2. Imam al-Halimi Berfatwa:
       Bahwa Karena Jumlah Roka’at Sunnah Rowatib Di Luar  Bulan Romadhon Itu 10 Roka’at, Maka Sholat Tarawih Dilipatkan Menjadi   20 Roka’at.
3. Kalau Dikerjakan Dengan Satu Salam Setiap 4 Roka’at, Maka Tidak Sah  (Karena Sholat Sunnah Itu 2 Rok’at 2 Roka’at).
4. Yang Ingin Mengikuti Penduduk Madinah, Maka 36 Roka’at. Maka Hal Itu Adalah Sikap Yang Bagus.
5. Fatwa Imam  Al-Syafi’i & Murid-Muridnya, Dan Imamal-Nawawi:
     Penduduk Kota Madinah Al-Munawwaroh Melakukan Sholat Tarawih Sejumlah 36 Roka’at
6. Penduduk Madinah Mengerjakan Tarawih 36 Roka’at, Karena Memuliakan Nabi Muhammad Saw Yang Hijrah Ke Madinah Dan Wafat Serta Dikuburkan Di Madinah
7. Mereka Yang Ingin Mengikuti Contoh Penduduk Kota Mekkah Al-Mukarromah Tentang Jumlah/Banyak Roka’at Tarawih Adalah Pilihan (Sikap Keagamaan) Yang Utama, Karena Tradisi Penduduk Kota Mekkah Itu Tidak Pernah Dijadikan Bahan Perdebatan Oleh Ulama Fiqih (Ahli Hukum Islam).
      (Bagi Yang Ingin) Meringkas Jumlah Roka’at Tarawih, Berdasarkan Ijma’ (Konses) Seluruh Sahabat Nabi Muhammad Saw, Maka Cukup 20 Roka’at. 36 Roka’at adalah Yang Paling Utama, Karena Keutamaan Banyak Ruku’nya Dan Banyak Sujudnya  .

PENJELASAN IMAM AL-QOLYUBI AL-SYAFI’I 
DIDALAM KITAB:  HASYIYAH AL-QOLYUBI, JUZ III
HALAMAN 161-173
PENDAPAT PALING SHOHIH
Melaksanakan Shalat Tarawih secara berjama’ah itu disunnahkan
Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat tarawih dengan sahabat-sahabat beliau sejumlah 20  roka’at.
Di Zaman Khalifah ‘Umar bin al-Khoththob   sholat tarawih dilaskanakan di bulan Romadhon dengan 20 Roka’at (Lihat Kitab Syarh al-Muhadzdzah al-Syafi’i)
Imam Malik, didalam Kitab al-Muwaththa’, menyatakan bahwa tarawih itu 23 roka’at
Jikalau Sholat Tarawih Dilakukan Dengan Cara Setiap Empat Roka’at Satu Salaman, Maka Tidak Sah, Karena Bertentangan Dengan Yang Disyari’atkan.(Lihat Al-Qodhi Husayn didalam Kitab al-Rawdhah)
Nabi SAW bersabda: Sholat Malam itu dilaksanakan duaroka’at  duaroka’at  (HR. Imam al-Bukhori  dan Imam Muslim)
Penduduk Madinah al-Syarifah, karena tidak bisa melaksanakan thowaf di sela-sela Tarawih, maka mereka melaksanakan shalat tarawih sejumlah  36 roka’at. Hal Ini merupakan Ijma’ (konsensus) dan tidak seorang pun Ahli Fiqih yang mengingkarinya.

Fatwa Imam al-Syafi’i: “Tarawih dengan 20 roka’at itu paling aku cintai. Bagi selain penduduk Madinah tidak boleh melaksanakan shalat taraweh melebihi 20 roka’at”.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.