Minggu, 26 Maret 2017

PROTOTIPE PONDOK MODERN GONTOR

PONDOK PESANTREN KAMPUNG DAMAI  CIREBON
PROTOTIPE  PONDOK MODERN GONTOR
OLEH: SUTEJA  IBNU PAKAR

Balai Pendidikan dan Dakwah Pondok Pesantren Kampung Damai berada di bawah naungan Yayasan Kampung Damai Perbutulan Sumber Cirebon. Yayasan ini didirikan dengan berpegang pada prinsip “Diatas untuk Semua Golongan”. Pesantren ini  berbentuk dan berjiwa pondok pesantren, mempertahankan dan memperjuangkan ruh semangat kepesantrenan dalam kebersamaan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang telah dimanatkan oleh Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Visi Pesantren adalah : Pembentukan Kader-daer Muslim yang Mandiri, Kreatif, Produktif, dan Berkualitas menuju ridha Ilahi. Sedangkan misinya adalah :, mempersiapkan kader-kader yang berkualitas (bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu dan beramal saleh), mempersiapkan kader-kader yang dapat hidup pada zamannya, serta  membentuk santri-santri yang berbudi tinggi (moral being), berbasan sehat (phsycal being), berpengetahuan luas (intellectual being), berfikiran bebas (social being), berjiwa ikhlas (religious being), serta tetap berpegang teguh kepada al-Quran dan al-Hadits.

Meskipun redaksi yang dirumuskan dalam tujuan umum pendidikan di Pondok Pesantren Kampung Damai  berbeda dengan tujuan pesantren-pesantren tardisional, akan tetapi tetap masih  memiliki kesamaan dalam mencita-citakan lahirnya pribadi-pribadi yang saleh. Namun demikian, kekhusunan Tujuan dan orientasi keilmuan Pesantren  Kampung Damai adalah identik dengan tujuan dan orientasi keilmuan Pondok Modern Darussalam Gontor. Tujuan pesantren ini adalah :   Mempersiapkan kader-kader umat yang bertaqwa, berakhlak mulai, berilmu dan beramal agar dapat hidup berguna pada zamannya”. Identifikasi dan personifikasi santri pesantren ini adalah merupakan personifikasi santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

Pendidik atau guru-guru Pondok Pesantren  Kampung Damai seluruhnya berjumlah  20 orang.  Sebagian besar mereka adalah lulusan Kulliyat al-Mu’allimin (KMI)  Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Usia mereka antara  19  tahun (usia termuda) sampai dengan 51 tahun (usia tertua). Para guru lulusan KMI Gontor statusnya adalah guru Bantu dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Para lulusan dan alumni Pesantren Kampung Damai sebagian besar menjadi pengajar di almamaternya tempat mnereka dahulu menjadi santri. Meskipun ada juga yang menjadi aktivis seni drama, pemain sinetron dan pemain teater di tingkat kabupaten dan kota. Mereka juga ada yang menjadi pekerja di bidang mesin dan perbengkelan. Selain, tentunya, masih banyak yang menjadi pemuka agama di lingkungan masyarakatnya masing-masing.

Seluruh materi pengajaran yang diasjikan untuk dikonsumsi oleh santri-santrinya adalah materi pengajaran yang memiliki jenis dan orientasi keilmuan yang identik dengan pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Juga kitab-kitab muqarrar yang dipergunakan sebagai rujukan utama para santri dan guru. Tujuan dan orientasi keilmuan Pesantren  Kampung Damai adalah tujuan dan orientasi keilmuan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dan, untuk menunjang tujuan itu maka, sebagian besar guru atau pendidik di pesantren itu adalah guru diutamakan mereka yang memiliki ikatan psikologis dan latar belakang pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pesantren  Kampung Damai didirikan oleh seorang alumni Kulliyat al-Ma’allimin Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bernama Noor Zen. Latar belakang pendidikannya kemudian memberikan warna dan pengaruh bahkan menjiwai terhadap pendidikan di pondok pesantrennya itu. Kelahiran, eksistensi serta kehidupan pesantren itu, dengan demikian, tidak bisa dipisahkan dari sosok pribadi seorang kyai atau pengasuhnya yang mewarisi dan melestarikan doktrin kepesantrenan yang diperolehnya selama menjadi santri kepada seorang ulama besar bernama K.H. Ahmad Zarkasyi. Meskipun dia juga tercatat sebagai salah seorang santri ulama pesantren tradisional dan ahli hadits kenamaan di Jawa Barat (KH. Ali Kamali, wafat tahun 1985 M.), tetapi nampaknya hasil didikabn KH Ahmad Zarkasyi yang lebih dominan terhadap dirinya dan juga pendidikan pesantren yang dikelolanya.

Program pendidikan Pesantren Kampung Damai merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia. Namun, apapun model yang dipilihnya tetap memiliki kesamaan dalam melaksanakan pendidikannya dengan pesantren-pesantren lain. Kesamaan prinsip itu ialah bahwa tujuan pendidikannya tidak semata-mata memperkaya santri dengan ilmu pengetahuan yang sebanyak-banyaknya, tetapi lebih dari itu untuk mempertinggi moral keagamaan (fadhilah). Secara umum program pendidikan di pesantren Kampung Damai meliputi ngaji (mempelajari kitab kuning), pengalaman (pendidikan moral), sekolah/madrasah (pendidikan umum), serta kursus dan ketrampilan. Empat tipe kurikulum ini mengkombinasi dalam bentuk yang berbeda sehingga menghasilkan berbagai variasi. Dua tipe pertama selalu menjadi bagian dari pendidikan pesantren dan membentuk inti identitas pesantren iotu. Sedangkan dua tipe yang terakhir merefleksikan aspek-aspek baru dari identitas pesantren dan pertemuannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang dinamis.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.