Sabtu, 11 Maret 2017

Mujahadah-Riyadhoh

Mujahadah-Riyadhoh
suteja ibnu Pakar

Kalangan sufi meyakini adanya empat tangga yang harus dicapai dalam rangka mencapai kesucian jiwa yang dapat mengantarkan seorang sufi atau calon sufi dapat mencapai ma’rifatullah  atau syuhûd al-Dzat. Syuhûd al-Dzat, atau musyahadah,  adalah tersingkapnya hijab bagi hamba yang telah mengalami fana` secara total. Maqom hamba atau salik, dalam keadaan demikian, adalah Maqom mukasyafah,  atau, dalam pemahaman al-Qusyayri, seseorang hamba tidak akan melihat apapun selain  dzat-Nya sebagai buah yang harus diperoleh bagi hamba yang telah mencapai maqom ma’rifah. 
Keempat tangga yang dimaksud adalah dzikrullah, muraqabah, wuqûf al-Qalb, dan riyadhah. Tangga terakhir dilakukan dengan cara mengosongkan hati dan jiwa dari segala hal yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan segala kebutuhan badaniah, menyedikitikan makan, menyedikitkan tidur seta ‘uzlah.    
Salah seorang wali awtad dan juga quthb Abû Sulayman al-Darani (w. 250 H.)  menyatakan bahwa, ‘uzlah  merupakan sarana yang dapat mengantarkan keberhasilan seorang salik dalam usahanya mujahadah dan riyadhoh. Sedangkan khalwat di jalan Allah  merupakan sarana kebahagiannya.  Adapun dzikir yang dimaksud adalah dzikr al-Qalb, dzikr al-Ruh dan dzikr al-Sirr. Dengan demikian,  dzikrullah yang dilakukan dengan hudhûr al-Qalb memegang peranan sangat vital dalam kerangka mujahadah dan riyadhoh yang mesti dijalani seorang salik dalam tujuannya mencapai maqom ma’rifatullah.

Jiwa yang bersih akibat Mujahadah dan riyadhoh. pantas mendapatkan tempat yang dekat dengan Allah. Setelah  mengalami pensucian yang berat dan panjang jiwa yang demikian akan kembali kepada keberadaannya semula menjadi suci, ia mulai mengalami kehidupan yang baru dengan hilangnya sifat-sifat buruk dan tercela.  Jiwa  pun memperoleh sifat-sifat baik dan terpuji seperti tawbat, shabr, syukr, raja`, khawf, faqr, zuhd, tawakkal, hubb, syawq, qurb, dan ridha`.  Mujahadah dan riyadhoh yang telah menjadi kelaziman di kalangan sufi  semata-mata hanyalah bertujuan untuk mencapai kedekatan dengan Allah. 

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.