Kamis, 16 Maret 2017

Kurikulum

KURIKULUM
SUTEJA

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut. Kurikulum adalah rencana pengajaran yang isinya sejumlah pelajaran yang disusun secara sistematis yang diperlukan sebagai syarat untuk menyelesaikan program tertentu.[1]
Kurikulum, oleh ahli  pendidikan Islam diposisikan sebagai  alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kurikulum berfungsi membantu peserta didik mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Para ahli didik memandang bahwa, baik pendidikan maupun pengajaran, dapat dipastikan berhasil manakala kurikulumnya mendorong bagi terciptanya  kondisi  yang menungkinkan tercapainya pembinaan kepribadian peserta didiknya dalam aspek kognitif, psikomotorik, dan affektif. Kurikulum dipandang sebagai tahapan-tahapan yang harus dilalui pendidikan dalam mengembangkan aspek kepribadian peserta didik  (akal/inetelektualitas, hati, perasaan, kemauan, dan aspek ketrampilan fisik jasmani).
Secara formal, kurikulum sebagai bidang kajian ilmiah baru ramai dibicarakan pada awal abad ke-20 M.[2] Kurikulum pendidikan Islam klasik hanya berkisar pada bidang studi tertentu.[3] Ilmu-ilmu  agama mendominasi kurikulum di lembaga formal dengan mata pelajaran hadits dan tafsir, fqih, retorika (khithobah)  dan dakwah, ilmu kalam, dan  filsafat.[4]  Kurikulum pada masa klasik dapat dilihat ketika Nabi SAW di Madinah. Kurikulum meliputi : belajar menulis dan  membaca al-Quran, keimanan, ibadah, akhlak, dasar-dasar  ekonomi, dasar-dasar politik, dan kesatuan.[5]
Namun dengan perkembangan sosial dan budaya, isi kurikulum semakin meluas. Dengan perkembangan ini diperlukan prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pendidikan Islam. Dalam meletakkan cetak biru (blue print) pendidikan Islam adalah dengan mengintegrasikan ajaran-ajaran ideologi dan pandangan Islam secara menyeluruh ke dalam mata pelajaran (subject matter) pada kurikulum di sekolah/madrasah.[6]  
Di masa-masa awal kegemilangan peradaban Islam, kurikulum pendidikan Islam mencakup berbagai  ilmu pengetahuan dan seni.[7] Demikian juga di  sebagian negara-negara Islam pada periode terakhir sebelum  kurikulum pendidikan Islam mencakup berbagai cabang ilmu dan seni. Hanya saja pada masa ini kurikulum pendidikan Islam sudah mulai mengenal penjenjangan-penjenjangan sesuai tahapan perkembangan peserta didiknya.[8] Namun demikian,   kurikulum pendidikan Islam di waktu dulu tidak tertentu atau terikat dengan jumlah atau alokasi jam untuk setiap mata pelajaran.[9]



[1] Crow & Crow, Pengantar Ilmu Pendidikan,  terj., Yogjakarta, Rake Sarasin, 1990, hal. 1990.
[2] Beuchamp, G.A., Curiculum Theory,  Wilmete, The Kagg Press, 1968, hal. 26.
[3] Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam,  Bandung, Remaja Rosdakarya, 1992, hal. 53.
[4] Stanton, Carles Michael, Higher Learning in Islam: the Classical Period A.D. 700-1300, Meryland, Rowman and Littlefield Publisher, 1990, hal. 43.
[5] Asroh, HAnun, Sejarah Pendidikan  Islam,  Jakarta, Logos, 1999, hal. 76.
[6] Azra, Azyumardi, Esei-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam,  Jakarta, Logos, 1998,  hal. 23-24.
[7] al-Syaibani, Omar Mohammad al-Toumy, Falsafah Pendidikan Islam,  terj., Jakarta, Bulan Bintang,  179, hal. 478.
[8] al-Syaibani, Omar Mohammad al-Toumy, Falsafah Pendidikan Islam, hal. 480.
[9] al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, terj., Jakarta, Bulan Bintang, 1969, hal. 160.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.