Minggu, 12 Maret 2017

Kitâb Sulûk

Kitâb Sulûk
sutejo ibnu pakar

Wali Songo, termasuk juga Maulana Ssyeikh Syarif  Hidayatullah (putra dari Mawlana Ssyeikh Nûr al-Dîn Ibrâhim bin Mawlana ‘Izrail yang menikahi Nyi Mas Lara Santang putri Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Nyi Mas Subang Kranjang) yang lazim dikenal sebagai Sunan Gunung Djati,  memang tidak meninggalkan karya tulis dalam bidang tasawuf atau tariqat dan keislaman pada umumnya. Jejak yang ditinggalkannya terlihat dalam kumpulan nasihat agama yang termuat dalam tulisan para murid (siswa, santri tariqat) dalam bahasa Jawa yang disebut sulûk  seperti pada awal-awal kerajaan Islam Demak. Di Pesantren Raden Fatah (1475 M.) pengajaran ilmu-ilmu keislaman hanya berkisar kepada ajaran-ajaran tasawuf para sunan dengan rujukan utama Kitâb Sulûk Sunan (hasil tulisan para wali) dan Kitab Tafsîr al-Jalâlayn. 

Tulisan itu berisi catatan pengalaman orang-orang saleh yang menegaskan bahwa latihan-latihan spiritual (riyâdhah) dan pengendalian hawa nafsu (mujâhadah) sangat diperlukan dalam rangkaian pembersihan hati dan menjernihkan jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu kedekatan yang mengantarkan seseorang pada alam rohani ketika jiwa merindukan Allah hingga memperoleh titisan cahaya Ilahi. Hubungan intim dengan Allah tidak dapat dicapai oleh jiwa yang berwawasan materialistis, yang menyibukkan diri dengan rasa ketergantungan pada dunia fana dan materi, dan jauh dari agama dan Allah.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.