Rabu, 08 Maret 2017

KEUTAMAAN MANUSIA

KEUTAMAAN MANUSIA
SUTEJO IBNU PAKAR
Dalam kerangka pelaksanaan tugas sebagai hamba  dan khalifah di bumi ini Allah telah memperlengkapi manusia dengan berbagai keutamaan. Ada beberapa jenis keutamaan yang harus dipersiapkan manusia untuk mencapai kebahagiaan, dalam empat kategori, yang setiap kategori mencakup empat kebahagiaan.  Pertama,  keutamaan rohani (al-Fadlâil al-nafsiah) adalah iman dan akhlak yang baik. Kedua, keutamaan jasmani (al-Fadlâil al-Jismiyah)berupa kesehatan, kekuataan, panjang usia, dan kerupawanan. Ketiga, keutamaan luar badan (al-Fadlâil al-Kharijiyah) berupa kekayaan, pengaruh, keluarga, dan keturunan. Keempat, keutamaan bimbingan Allah (al-Fadlâil al-Taufiqiyah) berupa petunjuk Allah (hidâyah), pengarahan Allah (rusyd), pimpinan Allah (tasdîd), dan penguatan Allah (ta’id). Taufik di sini berarti persesuaian perintah Allah dengan kemauan manusia tentang apa yang benar. Al-Fadlâil al-Taufiqiyah berfungsi menggabungkan fadlîlah jasmani dan fadlîlah luar jasmani dengan jiwa. Oleh karena itu, taufik dipandang sebagai sarana hakiki untuk mencapai  kebahagiaan.
Keempat keutamaan di atas saling berkaitan satu sama lain atau saling menyempurnakan untuk menuju kebahagiaan sejati, yakni kebahagiaan ukhrâwî. Jalan yang lurus ditempuh untuk menuju kebahagiaan yang hakiki itu ialah ilmu dan amal. Ilmu ialah untuk menentukan apa-apa yang harus dipersiapkan menuju kebahagiaan tersebut, sedangkan amal ialah untuk membersihkan jiwa dari keinginan-keinginan duniawi yang dapat memalingkan manusia dari kebahagiaan tersebut. Dan mencapai kebahagiaan itu melalui latihan-latihan kerohanian (riyadhah) adalah jalan yang paling selamat   untuk mencapai kebahagiaan. Inilah jalan para sufi, orang-orang shâlih, shiddîqîn, dan para nabi. 







Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.