Senin, 13 Maret 2017

DIKHOTOMI ILMU PENGETHUAN

DIKHOTOMI ILMU PENGETHUAN
SUTEJA IBNU PAKAR
Sejak awal, dikotomi ilmu pengetahuan  sudah tidak benar karena hanya akan menimbulkan asumsi negatif bahwa  ilmu-ilmu non-agama  adalah ilmu-ilmu yang asing dari Islam. Sementara ajaran Islam yang komprehensif menuntut bahwa setiap ilmu yang bermanfaat, penting dan diperlukan oleh masyarakat Islam, harus diposisikan sebagai ilmu agama.    

Namun demikian, al-Ghazali  membagi ilmu ke dalam dua bagian besar yaitu :   ilmu mengenai Allah dan  ilmu yang berhubungan dengan jalan menuju Dia. Pertama, yang berkenaan dengan esensi, sifat-sifat dan ciptaan Allah meliputi semua wujud kecuali Dia. Beberapa di antaranya merupakan dunia persepsi inderawi, sedang yang lainnya berupa alam gaib, seperti malaikat dan ruh. Ilmu tentang Allah, nama-nama-Nya, dan ciptaan-Nya adalah ilmu jenis tertinggi. Kedua, ialah ilmu tentang jalan menuju Allah berkaitan dengan semua amal yang,  tanpa ilmu pengetahuan ini, amal tidak dapat dilaksanakan secara baik. Ilmu jenis pertama yakni ketuhanan (tawhid, ushul al-Din) sangat fundamental. Dialah sumber  kebahagiaan di dunia dan di akhirat. 

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.