Senin, 27 Februari 2017

MENGHAPUS PERANAN AGAMA

MENGHAPUS PERANAN AGAMA
OLEH: SUTEJA
Peradaban  Timur dan Barat berbeda-beda memandang esensi manusia. Barat, yang sekular dan tidak mengandung wawasan yang kudus, telah menjadi polemik  karena kehilangan tujuan sebenarnya, pengetahuan dipahami secara keliru, demikian telah menyangkut kesangsian dan skeptimisme dan beberapa hal agnostisisme, ketingkat metodologi ilmiah dan dengan itu telah menimbulkan kekacauan di semua bidang pengetahuan manusia.
Pengetahuan dan kebudayaan Barat merupakan perpaduan antara kebudayaan-kebudayaan, filsafat, nilai-nilai dan aspirasi-aspirasi Yunani-Roma Kuno, percampuran dengan Yudaisme dan agama Kristen serta perkembangan dan pembentukannya. Peradaban Barat tidak berasal dari akar yang sama maka tidak dapat menampilkan unsur-unsur yang harmonis tentang realitas hakikat manusia, teori peradaban Barat tidak dapat merumuskan visinya mengenai kebenaran realitas berdasarkan pengetahuan yang diwahyukan. Ia hanya mengandalkan pemikiran lahir dari  tradisi-tradisi rasional dan sekluar bangsa Yunani dan Roma, sehingga kehilangan kandungan spiritualnya. Dania merupakan spekulasi dari para pemikir yang menganut paham evolusi kehidupan dan penjelasan psikoanalistik tentang kodrat manusia.Hasilnya adalah desakralisasi pengetahuan.
Kegagalan ilmu pengetahuan Barat modern dalam memahami manusia karena mendasarkan diri hanya memahami realitas sebatas kemampuan indera manusia.SEMENTARA  realitas bukanlah semata-mata sesuatu yang empirik atau indrawi tetapi juga ada realitas non-inderawi (non-empirik)Desakralisasi pengetahuan memotong pengetahuan dari akar-akarnya.  Salah satudikotomiutamadalamperadaban Barat terdapatdalammasalahruhdantubuh.Para filusuf Barat berusahamemecahkanmasalahinidenganmereduksitubuhmenjadiruhatausebaliknya.Peradaban Barat lebihcenderungkepadascientismedanmekanisme.
Beberapafilusufberusahamenghilangkansumberutamayaitu Allah danwahyusepertiHalvetiusdanHolbachmenjadiatheismebegitupopuler di Prancisdanjuga  La Mettrie Karl Mark, yang mengakuimenganutateisme yang paling radikal,  menganggap“agama adalahhanyasebagairespondarifrustasijiwadan agama adalahsebagaiemosialam yang takmemilikiesensi, tidakmemilikiruh”, merupakancandubagimasyarakat. Diaberusahamenghapus agama karena agama dinilainyahanyamemberikankebahagiaan yang fantastisbagimanusia. Sistem Eropa Timur yang Marxis-Leninis merupakan percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghapus agama dan untuk melepaskan manusia dari peranan agama, akan tetapi menemui kegagalan. 
Pemisahan peran agama dari kehidupan para pemeluknya, sesungguhnya tidak pernah dilakukan oleh pihak luar atas kepentingan “penghapusan” bahkan syaitan sekalipun. Disadari dan tidak disadari, “penghapusan”  itu secara pasti  dilakukan oleh setiap pemeluk agama itu sendiri.  Atas nama ketertinggalan ilmu pengetahuan dan juga keterbelakangan ekonomi, setiap individu pemeluk agama berpotensi menjauhkan dirinya dari peran dan bahkan kehadiran agama yang dianutnya.


Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.