Senin, 04 April 2016

Kepemimpinan Tarekat Tijaniyah Buntet Pesantren

 Kepemimpinan Tarekat Tijaniyah Buntet Pesantren
KH. Anas
Atas perintah KH. Abbas  pada tahun 1924, KH. Anas pergi ke tanah suci untuk mengambil talqin Thariqat Tijaniyah dan bermukim disana selama tiga tahun. Pada Bulan Muharram 1346 H./Juli 1927 M., KH. Anas pulang kembali ke Cirebon dan pada bulan Rajab 1346 H./1 Desember 1928 M., atas izin KH. Abbas ---Kakaknya--- KH. Anas menjadi guru Thariqat Tijaniyah; KH. Anas inilah yang membawa, merintis, dan memperkenalkan pertama kali Thariqat Tijaniyah kepada murid-muridnya di Cirebon.
Pengangkatan KH. Anas sebagai muqaddam oleh Syekh Ali al-Thayyib sebagaimana telah diungkapkan, untuk mengajar dan menyebarkan Thariqat Tijaniyah secara lebih luas di daerah yang belum tumbuh dan berkembang Thariqat Tijaniyah khususnya di Cirebon.
Ciri khas periode kepemimipinan ini :
Periode perintisan,  penyebaran thariqat tijaniyah dan periode pertentangan tentang Thariqat Tijaniyah.  Perintisan dan penyebaran Thariqat Tijaniyah mula-mula dilakukan oleh KH. Anas dan KH. Abbas, melalui pengajaran kepada para santri di pesantren dan masayarakat. Upaya pengajaran Thariqat Tujaniyah, khususnya kepada sanntri-santri ---walaupun Thariqat Tijaniyah bukan bagian dari kurikulum pesantren--- besar fungsinya untuk mempercepat penyebaran thariqat Tijaniyah. Dari pengajaran di pesantren, thariqat tijaniyah kemudian menyebar secara luas di Cirebon.
Faktor-faktor yang mempercepat penyebaran ini, diantaranya : (1) Loyalitas para santri kepada gurunya, sebab dengan loyalitasnya santri-santri membantu mempercepat penyebaran pengikut Thariqat Tijaniyah. (2) Kharisma KH. Abbas sebagai seorang ulama dan pemimpin umat di Cirebon. (3) Nama besar pesantren Buntet telah dikenal dilingkungan masyarakat Jawa Barat. Faktor-faktor ini memudahkan Thariqat Tijaniyah memperoleh pengikut. Proses kepemimpinan periode ini juga dihadapkan dengan masa-masa sulit yaitu munculnya pro dan kontra tentang Thariqat Tijaniyah. Pertentangan ini berlanjut antara tahun 1928 M., sampai dengan 1931 M., sebagai mana telah dijelaskan dalam “Polemik Tentang Thariqat Tijaniyah” Keteguhan KH. Anas dan KH. Abbas untuk terus mengembangkan Thariqat Tijaniyah membuahkan hasil berkembangnya Thariqat Tijaniyah dari Cirebon menembus Ciamis, Tasikmalaya, Brebes dan Banyumas.
KH. Anas mengajarkan ilmu-ilmu thariqat yang diperoleh dari tanah suci, terutama kitab-kitab pegangan pokok tijaniyah seperti kitab Jawahir al-Ma’ani, Bughyat al-Mustafid, dan Munyat al-Murid.
KH. Abbas yang semula menganut Thariqat Satariyah kemudian berpaling kepada Thariqat Tijaniyah dengan mendapat talqin dari Syekh Ali bin Abdullah al-Thayyib. Dalam pengajaran Thariqat Tijaniyah kepada murid-muridnya, KH. Anas melakukan pengkaderan melalui Kiyai-kiyai di Pesantren Buntet, hal ini dilakukannya untuk menjaga kesinambungan Thariqat Tijaniyah, kelak  KH. Anas membai’at KH. Khawi
KH. Khawi
Sepeninggal KH. Anas dan KH. Abbas, amanat untuk menyebarkan Thariqat Tijaniyah dilanjutkan menantu KH. Abbas yaitu KH. Khawi dan di bantu oleh KH. Sholih, KH. Akyas dan KH. Junaidi Anas ---putra KH. Anas---. Pada periode ini pengembangan Thariqat Tijaniyah sangat pesat tersebar sampai ke daerah Jawa Tengah seperti Purworejo, Tegal, Banyumas bahkan sampai ke Surabaya Jawa Timur. Periode KH. Khawi berlansung sekitar 30 tahun yaitu antara tahun 1950 sampai dengan 1980 M. muqaddam yang diangkat olah KH. Khawi antara lain : Syekh Maghfur  Cirebon Jawa Barat;  Syekh Malawi  Cirebon Jawa Barat; Syekh Mauzun  Cirebon Jawa Barat, Syekh Abdul Rosyid Paswahan  Cirebon Jawa Barat,  Syekh Junaidi Anas  Cirebon Jawa Barat,  Syekh Muhammad bin Ali Basalamah  Jatibarang  Brebes Jawa Tengah,  Syekh Basori  Bondowoso Jawa Timur,  Syekh Muhammad bin Yusuf  Sukodono Surabaya Jawa Timur
KH. Fahim Khawi

Setelah KH. Khawi wafat , kepemimpinan thariqat tijaniyah dilanjutkan putranya KH. Fahim Khawi; sepeninggal KH. Fahim Khawi thariqat Tijaniyah Cirebon dipimpin oleh KH. Abdullah Syifa Akyas.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.