Senin, 11 April 2016

DZIKIR, DOA & WIRID

 DZIKIR, DOA  & WIRID
suteja

A. DZIKRILLAH

1.      Dzikirullah dengan menyebut asma dan sifat Allah, memuji Allah dengan menyebut asma-Nya, serta mentawhidkan dan mensucikan Allah, seperti mengucapkan
سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر".
2.      Dzikurllah dengan cara memberikan penjelasan tentang baik buruk,  atau halal haram. Dzikr ini ada dua macam:
a. menyampaikan informasi tentang perintah dan larangan Allah.
b. bersegera melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
3.        Mengingat dan menyakini segala nikmat Allah, dengan cara :
a. bersyukur dengan lisan dan hati secara bersamaan
b. berysukur dengan hati
c.  bersyukur dengan lisan

TINGKATAN DZIKRULLAH

1.    Dzikr al-Dzohir, atau memuji Allah dengan ucapan
2.    Dzikr al-Khofy, yaitu dzikir dengan hati saja dengan penuh kesadaran.[1]
3.    Dzikr al-Haqiqi yaitu dzikr atau ingatnya Allah kepada hamba-hamba-Nya.[2]
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

RAGAM DIKRULLAH

1.    Dzikir yang bertujuan memuji Allah seperti :
سبحان الله . والحمد لله . ولا إله إلا الله . والله أكبر
2.    Dzikr yang bertujuan meminta (doa) seperti :
يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث .
3.    Dzikr yang bertujuan memuji dan juga berdoa

 KUALITAS DZIKRULLAH

1.    Dzikr lisan.
2.    Dzikr hati.
3.    Dzikr sirr  dilakukan dengan cara tafakur.
4.    Dzikr ruh  dengan cara menganalisis.
5.    Dzikr anggota badan, dilakukan melalui empat tangga yaitu:
a.    menginternalisasikan pekerjaan-pekerjaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
b.    sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
c.     nama-nama Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan kualitasnya dizikir dapat dikategorikan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1. Dzikir lisan.  Bila   dijalani dengan hati yang lupa, maka dianggap dzikir tradisi. (Dzikir orang awam/mu’min kebanyakan)
2. Dzikir dengan lisan yang dijalani dengan penghayatan (hati). Dzikir yang demikian termasuk kategori dzikir ibadah. (Dzikir orang khosh)
3. Dzikir dengan anggota tubuh. Dzikir ini disebut dzikir mahabbah wa al-Ma’rifah.  (Dzikir khowash al-Khosh).

B. DOA

DEFINISI DOA

Doa berarti meminta atau memohon. Doa dalam persepektif al-Quran berarti.memohon kebaikan kepada Allah dan berharap datangnya kebaikan dari Allah. Doa, dengan demikian, adalah permohonan seseorang hamba kepada Allah. Doa termasuk salah satu bagian dari dzikrullah (megingat Allah).

RAGAM DOA  

1. Doa yang bernilai ibadah (mengharapkan pahala dari Allah)  
2. Doa yang bersifat permohonan untuk memperoleh kebaikan ataupun menolak keburukan.
3. Doa ibadah dan doa permohonan.

KEKUATAN DOA

1.    Doa memiliki daya cegah atau daya usir  lebih kuat
2.    Doa memiliki daya cegah atau daya usir  lebih lemah
3.    Doa memiliki daya cegah atau daya usir imbang dengan kadar musibah.

DOA DAN ISTIGHOTSAH

Doa umum itu lebih umum daripada istighotsah. Didalam doa terkandung maksud atau tujuan istighotsah. Istighotsah bertujuan hanya untuk mendapatkan bantuan atau pertolongan ketika ditimpa kesusahan atau kesulitan.

SYARAT TERKABULNYA DOA

Syarat yang dimaksud adalah hal-hal yang harus dilakukan dan harus diadakan sebelum mengerjakan atau menjalani doa. Adapun syarat-syarat terkabulnya doa adalah :
1. Ikhlash yaitu membersihkan hati dari apapun selalin Allah. Sebelum seseorang berdoa kepada Allah disyaratkan membersihkan hati dan perbuatannya dari hal-hal yang menghalangi doa itu sampai kepada Allah. Maksud dan tujuan doa tidak ada lain kecuali kepada Allah. Tidak dibenarkan seseorang menyekutukan  Allah (syirik) dan karenanya sebelum seseorang bedoa, hendaknya melalukan instrospeksi apakah hatinya masih meyakini selain Allah SWT? Oleh karenanya, tujuan berdoa adalah semata-mata mengharapkan pahala dari Allah SWT, atau untuk terhindar dari siksa Allah, atau untuk tujuan mendapatkan ridho Allah. Atau dalam rangka mendekatkan diri (taqorrub) kepada Allah SWT. Karena, “segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Al-lah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
2.    Mengikuti dengan benar teladan Rasulullah SAW.
3.    Meyakini sepenuhnya kemahakusaan dan kemahasempurnaan Allah SWT.
4.    Hudhur al-Qolb  (hati yang menghadap kepada Allah), khusyu’, dan mencintai apapun yang ditentukan atau diputuskan  Allah SWT.
5.    Meyakni sepenuh jiwa kemahakuasaan Allah dan  bersungguh-sungguh didalam berdoa serta  tidak menggunakan bahasa pengandaian seperti ”Ya Allah, kalau Engkau berkenan ..........”

PENGHALANG TERKABULNYA DOA

1.    megkonsumsi makanan, atau menimun yang diharamkan oleh Alllah SWT.
2.    berfmewah-mewah dalam pakaian dan penampilan
3.    meminta disegerakan (dikabulkan dengan segera) sehingga menyebabkan seseorang memutuskan harapannya kepada Allah
4.    Mengerjakan larangan Allah 
5.    Meninggalkan perintah Allah
6.    Doa yang dipanjatkan kepada Allah bertujuan untuk kekahatan atau tujuan memutuskan silaturrahim.
Hal-hal tersebut termasuk bagian dari faktor-faktor yang menyebabkan doa seseorang tidak didengar atau dikabulkan oleh Allah SWTNamun demikian, faktor yang paling penting adalah faktor kebijaksanaan Allah SWT Maha Adil dan Maha Bijaksana. Allah SWT bisa saja mengabulkan atau tidak mengabulkan doa seseorang hamba-Nya. Doa seseorang hamba yang tidak dikabulkan, hendaknya dipahami dari aspek kemahabijaksaan Allah. Kesempurnaan dan Kebijaksaan Allah bisa saja menentukan doa seseorang tidak harus didengar, karena Allah mempunyai rencana besar yang lebih baik daripada yang diminta seseorang didalam doanya.
Dengan demikian, hak manusia adalah berdoa sedangkan hak Allah menentukan apakah doa itu didengar atau ditunda atau bahkan tidak didengar sama sekali.

ETIKA BERDOA

1.    Memulai dan mengakhiri doa dengan mengucapkan hamdalah dan sholawat  kepada Nabi SAW. Menurut Ibn al-Qoyyim al-Jawzi ada tiga pilihan seseorang  membaca sholawat kepada Nabi SAW didalam berdoa. Pertama, membaca sholawat setelah membaca hamdalah sebelum berdoa. Kedua, membaca sholawat di awal, di tengah dan di akhir doa.
2.    Ketiga, membaca sholawat di awal dan  di akhir doa.
3.    Tidak berdoa dengan suara keras atau rendah
4.    Berdoa dengan hati merendah di hadapan Allah SWT.
5.    Berdoa secara terus menerus
6.    Menjadikan amal saleh sebagai sarana (wasilah) mendekatkan diri kepada Allah

TIGA CARA BERDOA

1.     Meminta kepada Allah dengan menggunakan asma’ dan sifat Allah.
2.     Meminta kepada Allah dengan  menjelaskan kebutuhan, merasa diri  faqir (membutuhkan Allah),  dan merasa diri hina
3. Meminta hanya kepada Allah SWT.



[1] Lupa atau tidak mengingat Allah merupakan hijab penghalang antara hamba dengan Allah SWT. 
[2] Ibn al-Qoyyim al-Jawzi, Madarij al-Salakin, Juz II, hal. 430. Ibn al-Qoyyim al-Jawzi,al-Wabil al-Shoyb, hal. 187.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.