Rabu, 30 Maret 2016

PENDEKATAN FILSAFAT ILMU



PENDEKATAN FILSAFAT ILMU

Filsafat Ilmu pertama-tama berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses peneltian ilmiah, yaitu: prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola argument, meode penyajian dan perhitungan, dan perumpamaan-perumpamaan metafisik. Kemudian, mengevaluasi dasar-dasar validitasnya berdasarkan sudut pandang logika formal, metodologi praktis dan metafisika. Perkembangan selanjutnya menunjukkan, dalam wujud kontemporer filsafat ilmu kemudian menjadi satu tema tersendiri bagi analisis dan diskusi eksplisit yang setara dengan cabang-cabang filsafat lainnya seperti etika, logika dan epistemologi. Pada titik tertentu, batas-batas bagi cabang-cabang tersebut masih arbriter.
Mengingat cakupan kajiannya sangat luas,  filsafat ilmu telah menarik perhatian dan minat berbagai kalangan dari berbagai latar belakang dan minat profesional yang sangat berbeda-beda. Pada titik ekstrim filsafat ilmu diposisikan sebagai jenis ilmu populer dan terkadang juga diposisikan sebagai perluasan dari logika formal dan analisis konseptual. Filsafat ilmu yang berada pada posisi demikian telah mengantarkan sampai ke perbatasan pokok masalah dan menghadapkan para ilmuan secara langsung kepada persoalan-persoalan aksistensi, status, dan validitas entitas-entitas dan konsep-konsep yang sedang mereka tekuni.
Setiap orang memiliki cara pandang  sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki perbedaan  cara ia berfikir dalam mendekati filsafat ilmu. Mulai dari yang abstrak dan matematis sampai dengan konkrit dan historis, dan mulai dari yang  sangat positivistik sampai ke yang sangat teologis.[1] Keanekaragaman minat dan pendekatan telah mempengaruhi hubungan-hubungan antara filsafat ilmu dengan disiplin-disiplin lain yang berdekatan. Pada tingkatan praksis, interpretasi yang berbeda-beda ini berimplikasi terhadap prosedur yang berbeda-beda pula dalam  pengujian dan perkiraan kekuatan konsep-konsep dan hipotesis-hipotesis saingannya. Filsafat ilmu, pada tingkatan yang lebih umum dan abstrak, tidak pernah dapat dipisahkan sama sekali dari metafisika dan epistemologi.
Filsafat Ilmu Pengetahuan  adalah cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu tertentu.
                Filsafat Ilmu Pengetahuan disebut juga Kritik Ilmu, karena historis kelahirannya disebabkan oleh rasionalisasi dan otonomisasi dalam mengeritik dogma-dogma dan tahayul
Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dinamis, tersusun sebagai teori-teori yang saling mengeritik, mendukung dan bertumpu untuk mendekati kebenaran
                Filsafat Ilmu Pengetahuan selalu memperhatikan : dinamika ilmu, metode ilmiah, dan ciri ilmu pengetahuan.
1.  Dinamis :        dengan aktivitas/perkembangan                pengetahuan sistematik dan  rasional yang benar sesuai fakta dengan prediksi dan hasil ada aplikasi ilmu dan teknologi, dinamika                 perkembangan karena ilmu pengetahuan bersimbiose dengan teknologi
2.  Metode Ilmiah :      dengan berbagai ukuran riset yang   disesuaikan.
3.  Ciri Ilmu :       perlu memperhatikan dua aspek, yaitu : sifat  ilmu dan klasifikasi ilmu.

      Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional.





[1] Rene Decrates, failosof modern pertama yang sangat penting di abad ke-17 M, Otto Neurath, seorang positivis logis abad ke-20 M, John Locke seorang empiris Inggris abad ke-18 M.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.