Minggu, 27 Maret 2016

PASAR BENTUKAN MBAH KUWU CERBON (PANGERAN CAKRABUWANA)

PASAR BENTUKAN MBAH KUWU CERBON (PANGERAN CAKRABUWANA)
SUTEJO IBNU PAKAR
   Wewengkon atau wilayah Sumber adalah wilayah yang dekat dengan wilayah pemerintah Cerbon Girang. Cerbon Girang memiliki beberapa Kuwu (Raja). Pertama Ki Danusela (Mbah Buyut Cerbon Girang) salah seorang putra Prabu Brawijaya V Majapahit. Raja kedua adalah Mbah Kuwu Pangeran Cakrabuwana (cucu menantu Ki Danusela). Raja ketiga adalah Pangeran Cakrabumi (putra Pangeran Cakrabuwana). Wewengkon Sumber dipimpin oleh seorang ratu bernama Nyi Mas Rarakuning atau Nyi Gede Sumber.
   Ketika pasukan Kanjeng Suhunan Gunung Jati (Syekh syarif Hidayatullah) mengambil waktu beberapa minggu pergi ke wilayah Banten untuk berdakwah, wewengkon (wilayah) Sumber diamanahkan kepada Nyi Mas Rarakuning (Nyi Gede Sumber). Untuk beberapa lama sang nyai ditemani oleh salah seorang murid kanjeng Syekh, yakni Rd. Said atau Kanjeng Sunan Kalijaga. Sekembali dari berdakwah di Banten, mbah Kuwu Cerbon alias Pangeran Cakrbuwana berkenan memberikan hadiah kepada nyi gede Sumber dengan dibangunnya Pasar Sumber.
    Atas saran Kanjeng Sunan  Kalijaga, maka ditatalah lokasi pasar layaknya tata kota modern. Lokasi Balai Desa dan pasar harus berkdekatan dengan majsid. Balai Desa sebagai pusat tata kelola pemerintahan harus berdampingan dengan pusat ibadah dan pendidikan (masjid) dan pusat komunikasi rakyat (pasar). Pasar, selain pusat ekonomi dan perdagangan, adalah pusat komunikasi yang effektif untuk mempertemukan seluruh komponen masyarakat melakukan komunikasi dan konsolidasi. Dengan demikian pemerintah (umaro'), 'ulama dan masyarakat  tidak pernah mengalami hambatan dan kendala dalam berkomunikasi serta menyalurkan aspirasi kepada penguasa dan pemuka agama. Penguasa, pemuka agama dan warga masyarakat Sumber tidak pernah mengalami miss comunication dan miss understanding dan  tidak ada prasangka buruk di antara ketiga komponen bangsa itu.
  Kanjeng Sunan  Kalijaga, atas restu mbah Kuwu Pangeran Cakrabuwana, menetapkan lokasi balai desa berada di sebelah selatan menghadap ke utara dan masjid berada di sebelah barat menghadap ke arah pasar. Pasar Sunmber, dengan demikian, berada persis di depan Masjid Sumber (yang sekarang) dan juga balai desa (sebelum direlokasi oleh pemerintah orde baru di tahun 1980 an). Selayaknya dan semestinya seluruh konmponen masyarakat Sumber dan pemerintah kabupaten Cirebon yang menghargai jasa para leluluhur untuk mempertahankan dan melestarikan lokasi pasar Sumber sebagaimana yang dibangun Mbah Kuwu Cerbon
Pemilihan dan penetapan lokasi oleh Kanjeng Sunan Kalijaga tidak sebatas pemilihan tanpa alasan. Pasar Sumber berada di (atas) sebelah Barat sungai Cipager, sungai yang secara gegografis menjadi batas wilayah Desa (sekarang kelurahan)  Sumber dan Kemantren. Sungai Cipager Sumber hulunya adalah Gunung Ciremai dan berakhir di laut utara Cirebon (Bondet, Gunung Jati). Sebagai sarana transportasi yang sangat effektif, Sungai Cipager dapat menghantarkan masyarakat dari daerah selatan (wilayah Kuningan) mudah mengenali dan mendatangi pasar Sumber. Masyarakat dari wilayah utara pun dapat dengan mudah melakukan aktivitas ekonomi dan perdagangan di pasar Sumber. Masyarakat dari wilayah Timur (Kemantren, Sendang, Wansaba, Cempaka, Kecomberan, dan daerah-daerah dari Cirebon Kota)   memiliki komitmen yang sama untuk memakmurkan aktivitas ekonomi di Pasar Sumber.     Masyarakat Sumber yang berada di sekitar masjid dan pasar Sumber dikenal sebagai warga masyarakat blok Pasar. Lebel ini sangat melekat sampai dengan sekarang. Karena warga masyarakat di sebelah selatan pasar Sumber yang berdekatan dengan Balong Kramat (ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga) diberi lebel masyarakat blok Balong. Sementara masyarakat  yang berdomisili di wilayah Nyi Gede Sumber disebut masyarakat blok Siwungu (sekarang RT.I/RW.I). Masyarakat dari wilayah Barat (Tukmudal, Pondok Pari -sekarang Kenangan, Cisaat, Balad, Dukuhpuntang, Bobos, dan Rajagaluh) tidak merasa pernah memasuki wilayah Sumber kalau belum memasuki areal Pasar Sumber. Pasar Sumber, dengan demikian, icon dan simbol wilayah Sumber. Sumber adalah Pasar Sumber dan Pasar Sumber dialah yang dimaksud Sumber Cirebon.



Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.