Senin, 28 Maret 2016

keturunan Nabi Nuh

keturunan Nabi Nuh 
sutejo ibnu pakar

رسول الله صلى الله عليه وسلّم :
     ولد نوح ثلاثة سام وحام ويافث (رواه أحمد والحاكم عن سمرة) صحيح.[1]
قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم :
ولد نوح ثلاثة قسام : فسام أبو العرب وحام أبو الحبشة ويافث أبو الروم (رواه الطبرانيّ  عن سمرة وعمران ) حسن.[2]
قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم :
سام أبو العرب وحام أبو الحبشة ويافث أبو الروم (رواه أحمد والترمذيّ والحاكم عن سمرة) حسن.[3]
Sam, menurut Sa’id bin al-Musyyab, adalah nenek moyangnya bangsa Arab, Persia, Romawi, Yahudi dan Nasrani. Ham adalah nenek moyang bagi bangsa Sudan, Sind, India, Habsyi, Qibti dan Barbar. Dan, Yafuts adalah nenek moyang bangsa Turki dan juga Ya’juj Ma’juj.
Pendidikan bertugas dan berkompeten menciptakan generasi muda menjadi generasi pewaris para nabi dan rasul yang oleh Allah dikaruniai kenikmatan dan kebahagaiaan berupa manhaj al-Hayat yang sesuai dengan kehendak-Nya. Merekalah yang generasi yang dapat dijadikan contoh teladan ataupun panutan baik oleh generasi sekarang dan akan datang.
Bagi al-Nahlawi, pengetahuan dan pemahaman tentang generasi terdahulu memiliki dua tujuan pokok. Pertama, menumbuhkan dan memgembangkan naluri  atau fitrah berinterkasi secara sosial. Kedua, mengembangkan pemahaman terhadap norma-norma yang berlaku didalam masyarakat dan mendorong untuk mematuhinya.[4] Ibrahim ‘Ishmat Muthawi’ menegaskan, sejarah dan peradaban bangsa-bangsa terdahulu berdasarkan hasil penelitian terbukti memiliki andil dan pengaruh signifikan bagi arah pertumbuhan dan perkembangan generasi sekarang. Menurutnya, pengaruh dari peradaban produk generasi sekarang terhadap generasi muda dewasa ini hanya 15 %  saja. Sedangkan pengaruh peradaban bangsa-bangsa terdahulu terhadap generasi muda masa kini adalah sebesar 85 %.[5]     Secara simple dam tegas Ali bin Abu Thalib ra. menyatakan bahwa, dinamika sosial dan peradaban di masa lampau memiliki keterkaitan yang kuat dengan perkembangan kepribadian bangsa masa sekarang.[6]  



[1] Al-Sayuthiy,  al-Jami’ al-Shaghir,  h. 332
[2] Al-Sayuthiy,  al-Jami’ al-Shaghir,  h. 332
[3] Al-Sayuthiy,  al-Jami’ al-Shaghir,  h. 170
[4] Al-Nahlawi,  Ushul al-Tarbiyah al-Islamiyah wa Asalibh,  hal. 119-120.
[5] Ibrahim ‘Ishmat Mutrhawi’, Ushul al-Tarbiyah ,  hal. 42.
[6] Al-Adib, Ali Muhammad al-Husein,  Manhaj al-Tarbiyah ‘ind al-Imam ‘Ali, Beirut,  Dar al-Katib al-‘Arabi,   1979, hal. 51.

Share

& Comment

0 komentar:

 

Copyright © 2017 Sutejo Ibnu Pakar™

Support by Free Knowledge Templatelib.